The Latest

Jul 23, 2014

Inkonsistensi dan Pantang Menyerah

Jokowi akhirnya dinyatakan menang pemilu presiden kemarin. Siapa yang heran. Banyak lembaga quick count yg menyatakan seperti itu sejak lama.
Kemarin gw sudah bahas tentang langkah politik capres no urut 1. Itupun mungkin memang sedikit meleset. Kenapa? Karena inkonsistensi jawaban mereka.
Bicara tentang inkonsistensi saya pribadi ingin memberi tajuk “Melawan Lupa” seperti broadcast message yang sering muncul sebagai negative campaign tentang Jokowi semasa kampanye.

Apakah sudah lupa kalau:
Kedua pasangan capres cawapres menyatakan menang karena quick count yang berbeda hasil. Tapi ternyata terbukti quick count yang mengunggulkan no urut 1 menolak untuk diaudit dan yang lainnya mengundurkan diri dari LSI. Anda tentu dapat menyimpulkan sendiri. Dulu saat kekisruhan itu ada seorang penelepon ke sebuah acara berita di TV swasta yang menyatakan tidak percaya karena lembaga quick count tersebut dimiliki ‘dikuasai’ oleh masing-masing calon. Tapi terbukti mana yang jujur dan mana yang berusaha merekayasa hasil quick count.
Setelah itu mereka merayakan kemenangan. Tapi karena kisruh mereka bilang akan menunggu real count. Dan tiba-tiba muncullah real count PKS. Yang ternyata juga tidak benar. Pernyataan mereka untuk menunggu real count saya hargai agar yang kalah bisa mengakui kekalahannya.
Hasil quick count yang mengunggulkan Jokowi JK hanya berbeda 1 hingga 2% lho… Yang lain…. Ya… Jauh yang jelas.
Dan kemudian kedua calon menyatakan tidak akan menurunkan massa dan menyebabkan kerusuhan. Hebatnya ada sebuah media yang menyatakan kubu prabowo tidak akan menurunkan massa sedangkan massa pendukung Jokowi akan turun ke jalan. Padahal o padahal apakah kalian sudah lupa siapa yang pertama memberi himbauan untuk tidak memakai atribut dukungan apapun dan turun ke jalan?
Pernyataan mereka juga termasuk menghormati hasil real count nanti pada 22 Juli.

21 Juli, baru 2 hari yang lalu. Berita ramai menyatakan bahwa kubu capres no 1 ingin menghentikan rekapitulasi suara karena menemukan berbagai kecurangan. Jika tidak dituruti KPU akan dilaporkan / digugat. Artinya hasil pemilu akan ditunda hingga pada hari terakhir batas pengumuman. Itulah keinginan mereka. Bukankah begitu? Namun, KPU tentu menolak menghentikan rekapitulasi. Apa alasan bagi mereka menggugat? Laporkan penemuan kecurangan pada MK. Begitulah kata-kata dari pihak KPU dan pengamat politik dari berita-berita.

Entah tepatnya jam berapa kemudian muncul berita kontra. Bahwa tidak akan menghentikan rekapitulasi. Hanya akan menunda pengumuman hasilnya karena masalah kecurangan tadi. Inkonsistensi right?

22 Juli around 3 PM. Saksi dari kubu prabowo walk out setelah menyatakan kubunya akan menolak hasil rekap dari KPU. Inkonsistensi, bukankah semuanya bilang untuk menunggu hasil real count? Ternyata hasilnya pun memperlihatkan keunggulan Jokowi (Hallo quick count yang berbeda). Kemudian pernyataan yang paling membingungkan adalah bahwa prabowo menarik diri.

Ini menarik. Karena penafsiran berbeda memberi hasil berbeda. Menarik diri dari pencalonan presiden atau dari rekapitulasi? Jika dari pencalonan presiden maka disebutkan di salah satu berita bahwa itu berarti ada undang-undang yang dapat membahayakan (mempidakan dengan penjara dan denda sekian milyar) prabowo. Dan diacara tersebut seorang ibu (namanya Nur jika tak salah ingat) menyatakan menarik diri dari pencalonan kemudian mendengar adanya undang-undang yang menyangkut hal ini sudah siap. Ibu ini juga menyebutkan bahwa tidak akan meneruskan penemuan-penemuan yang ditemukan oleh kubu prabowo ke MK. Karena menilai kompetisi ini tidak fair dicurangi (mengesankan bahwa KPU tidak bisa dipercaya, dan bahwa kekalahan mereka adalah mustahil).

Lalu, datanglah Tantowi yang menyatakan Bukan! Prabowo menarik diri dari proses rekapitulasi hasil pemilu. Ada lagi mereka akan meneruskan penemuan indikasi kecurangan ke MK (akan digugat, beneran baru kudengar di TV). Lupa mungkin ada undang-undang tersebut. Kemudian kaget terus ditarik deh apa yang sudah dikatakan.

Dari awal inkonsistensi yang muncul begitu banyak bukan? Ketidakpercayaan pada KPU ini dicurigai bisa (mungkin) menggegerkan hasil ini, bisa juga ingin diulang bahkan KPU dirombak. Di pidatonya bahkan ada yang bersorak ‘KPU dibayar!’. Seperti sudah saya bilang di post sebelumnya bahwa hal ini mengingatkan saya pada pemilihan presiden KM di ITB seperti kata Hanny Septiani ‘SI Sang Penggugat’.

Jadi intinya dia ingin memutarbalikan semua. Jika tidak curang pasti dia menang. Mungkin begitu kasarnya. Mari kita lihat lagi kejadian selanjutnya bagaimana. Kita lihat juga bagaimana kemudian terjadi lagikah inkonsistensi semacam ini? Masihkah inkonsistensi seperti ini akan didukung dan dibangga-banggakan?

Masalah sejarah kudeta, Pak Habibie bilang iya pernah mau pada capres no 1… Jadi mungkin……

Mohon maaf buat Pak Jokowi karena aku masih nulis no 1. Mendikotomikan ini…

Disclaimer: tulisan ini bermaksud untuk melawan lupa. Bukan untuk mendikotomikan rakyat Indonesia. Karena seharusnya kita bersatu kembali sebagai Indonesia Raya!

Jul 22, 2014 / 1 note

A bit about Prabowo’s Political Movement

Setelah dari sebuah toko kue dan roti gw melihat berita saksi Prabowo walk out dan menyatakan gak mau menerima hasil pemilu dan mau menggugat KPU. Tau gak gw teringat apa? Sebagai mahasiswa ITB ada yang langsung muncul kan? Yaitu salah satu calon presiden KM ITB yg mengajukan keberatan ke KM ITB dan menjadikan pemilihan presiden KM di ITB jungkil balik. Walau gak persis seperti ini analoginya. Tapi mirip. Ingat ingat?

Nah setelah gw mengamati ternyata langkah pollitiknya begini: menunda pengumuman. Eh ternyata gabisa. Terus taunya ketemu ide seperti si calon presiden KM ITB itu… Menggugat acara pemilu ini dan tidak menerima keputusan mereka. Kemudian menarik diri dari semua acara pemilu dan rekapitulasi suara ini. Sehingga pada akhirnya harus terjadilah bahwa sekarang tinggal jokowi sendirian yang nyalon. Jadi calon tunggal. Nah inilah kelicikannya (kalo boleh dibilang seperti itu). Di ITB calon tunggal tidak diperbolehkan. Cuma masalahnya di Indonesia aku gatau tuh gimana. Harusnya mungkin gaboleh.
Kemudian Prabowo bilang jangan rusuh jangan turun ke jalan. Baiklah. Itu juga langkah politik.

Jadi intinya hai kalian para pendukung Nomer 2. Bapak Jokowi dan Pak JK. Sabar! Jangan terprovokasi. Gak usah marah. Jangan sampai turun ke jalan. Gak usah marah-marah. Dan jangan termakan perangkap. Kita tidak ingin ada kerusuhan atau kericuhan. Kita ingin hasil pemilu yg jujur dan benar. Jadi biarpun dimainkan dengan langkah politik apapun. Percayalah! Percaya bahwa kita rakyat Indonesia akan selalu menang jika kita bersatu mendukung capres cawapres yang kita pilih. Jokowi dan Jusuf Kalla.

NB: pengen tau penulis Luar negri ngomong apa…. *brb, browsing berita luar*
# Election

Jul 22, 2014

A bit about Prabowo’s Supporter

Jadi ceritanya barusan gw membaca sebuah status update di bbm dari sebuah online shop. Gw gatau namanya cuma display namenya adalah Khaira Hesti shop. Ownernya adalah ibu-ibu yang sudah memiliki anak balita (sepengetahuan saya dari display picturenya)
Status update yg terlama yaitu:
“kalo Jokowi jadi presiden, gw gak dapet bonus (dengan suatu hashtag yang aku lupa)”.
Terus gw mikir…. Bonus darimana nih? Bos? Dari oknum yang mau curang pas pemilu? Atau apa ya? Masa gak dikasih bonus/THR/ yg sejenis kalo presidennya bukan Pak Prabowo? Segitunyakah sekarang ini?
Status update kedua:
“Siap-siap yang miliih jokowi harga bakal naik
(y)”
Status update ketiga:
“siap-siap yang milih jokowi gaji naik, harga juga bakal naik (y)”
Aneh, right?
Setiap taun juga inflasi
Realnya bisa 10% per tahun BAHKAN LEBIH. Bukannya lebih baik gaji naik seiring dengan harga naik? Daripada gaji gak naik-naik? Bener toh?
Then I wrote:
Hahahaha. Mending gaji naek seiring harga naik. Kalo gak? Tiap taun juga inflasi realnya bisa 10%. Karunya teu ngartieun. Dibeuli otakna.
Setelah itu mulailah ngamuk dia. Dia bilang dia mengerti asam garam. Udah mengalami jaman megawati. Mau beli otak gw ( by saying: “otak lu yang gw beli curut kampret”)
Selain itu dia juga masih menganggap jokowi itu boneka megawati. Harusnya dia tau statusnya ka Uphie. Jokowi itu jelas lebih pinter dari megawati, dan tentunya Pak Prabowo. So, sedikit aneh jika orang pintar dijadikan boneka oleh orang yang tingkat kepintarannya dibawahnya. (kurang lebih begitu).
Mau beli otak. Oke. Buka harga. I wrote: okay. Just try. 55 juta bppm, 5 juta per semester. Jadi 55+5*4= 75 juta. Keterangan: itulah biaya yang harus dibayar buat kuliah hingga semester kemarin, ini biaya di ITB)
In the end dia sepertinya tak sabar lagi dan langsung pm. “Sombong mba. Ntar gak lulus. (dituliskan bahasa Arab yang aku tak mengerti, maklum non-muslim)

Disclaimer: tulisan ini merupakan curhatan saya. Bukan bermaksud untuk mejelekkan salah satu pihak atau orang tersebut. Bukan juga ingin memprovokasi orang lain untuk bertengkar.

Jul 8, 2014 / 1 note

Microbiology Dream

Since I am interested in medical microbiology I dream of working on BL4 lab. But here on campus my lab level is only BL2 to BL3 and its really messy too, because so many seniors are working for their final project. Eventhough Indonesia might be really slow in technology in the end we have to adapt, right?
Hopefully this year or next year our lab are being renovated.

Jul 3, 2014
Jul 3, 2014

Virus Insight

First of all, I cannot guarantee I use English all the time, so if I mixed it with little Indonesian just go too google translate.
Viruses. They aren’t alive and aren’t really dead. They were created (I believe in God, no offense) to finish a brand new cell with DNA long long time ago. We even have our DNA mixed with them.
For now I have learned from microbial ecology, that viruses control bacteria populations (special for bacteriphage) so in river and any water bodies amount of bacteria aren’t exceeding limitations of its place.
And just now, its a bit mixed with religious view (sorry). Perhaps, those human pathogen viruses such as HIV, Ebola virus, or influenza was created (or mutated) because of our bad behavior. Like HIV, that emerged from homosexual community (I read this, blame the book ^^). Viruses meant to be friendly towards human, (personal opinion) but we made them bad. However, perhaps we need them to kill human populations long-long time ago.

After those confusing essay, I apologize if I offended you… I didn’t meant to….
Thanks for reading

Jul 2, 2014

Argentina vs. Switzerland REVISITED

Goalllll!!!! Pecah telor!!!!!!!! Horaaayyyy!!!! Quarter finals!!!!!!! Right timing Messi and Di Maria!!!!

Jul 2, 2014

Argentina vs Switzerland

Really tiring!!!! Still 0-0 untill now….. Hate it. Really hate it…. Messi is always followed by at least 2 defenders. Opportunities failed. Ugh

fuckyeahmahasiswa:

Akhir bulan nyeduh mie rasa baru..

dari fairuzzalfi
Jul 1, 2014 / 151 notes

fuckyeahmahasiswa:

Akhir bulan nyeduh mie rasa baru..

dari

Jun 29, 2014 / 181 notes

skeptv:

Segenet Kelemu, 2014 L’Oréal-UNESCO Awards Laureate for Africa and the Arab States

Dr. Segenet KELEMU, Director General, International Center for Insect Physiology and Ecology, (ICIPE), Nairobi, Kenya, Honored for improving the resistance and productivity of tropical and sub-tropical forage grasses via the use of microorganisms

The main food source for much of the world’s livestock, forage grasses are vitally important to meeting the increasing demand for meat and milk. Dr. Segenet Kelemu has been recognized for her research on how microbes living in symbiosis with these grasses influence their health, their capacity to adapt to environmental stress and their ability to resist disease. By enabling small-scale farmers in tropical and sub-tropical regions to choose the most productive, most pathogen-resistant forage grasses, her work has both helped them improve their lives and increase supplies of much-needed animal proteins.

In particular, Dr. Kelemu’s research on Brachiaria grasses has shown that their capacity to thrive in diverse environments is related to an endophyte fungus which lives within these plants, protects them and exists in symbiosis with them. Her work has led to solutions for disruptions in food supplies caused by pathogenic organisms and extreme climatic conditions and may help to determine which microbes allow crops to survive environmental alterations.

via For Women in Science.


nanuen:

Triclosan, an antimicrobial agent found in common household soaps, shampoos and toothpastes may be finding its way inside human noses where it promotes the colonization of Staphylococcus aureus bacteria and could predispose some people to infection. The research published in mBIO indicates that S. aureus grown in the presence of triclosan was better able to attach to human proteins, and that rats exposed to triclosan were more susceptible to S. aureus nasal colonization. The researchers urge re-evaluation of the use of triclosan in our personal care products and are also looking to determine if triclosan is influencing microbial colonization at additional human body sites.Read more: http://bit.ly/1g4hQr8Publication: Triclosan Promotes Staphylococcus aureus Nasal Colonization. mBio, 2014; DOI: 10.1128/mBio.01015-13
Jun 29, 2014 / 180 notes

nanuen:

Triclosan, an antimicrobial agent found in common household soaps, shampoos and toothpastes may be finding its way inside human noses where it promotes the colonization of Staphylococcus aureus bacteria and could predispose some people to infection. The research published in mBIO indicates that S. aureus grown in the presence of triclosan was better able to attach to human proteins, and that rats exposed to triclosan were more susceptible to S. aureus nasal colonization. The researchers urge re-evaluation of the use of triclosan in our personal care products and are also looking to determine if triclosan is influencing microbial colonization at additional human body sites.

Read more: http://bit.ly/1g4hQr8
Publication: Triclosan Promotes Staphylococcus aureus Nasal Colonization. mBio, 2014; DOI: 10.1128/mBio.01015-13

ipuglover:

Systematics of Bacteria [x]
Jun 29, 2014 / 346 notes

ipuglover:

Systematics of Bacteria [x]

socialmtg:

Microbiology, Magic, and Valentines Day all in one! [x]
Jun 29, 2014 / 959 notes

socialmtg:

Microbiology, Magic, and Valentines Day all in one! [x]

Pathway of Biotin Synthesis
Jun 29, 2014

Pathway of Biotin Synthesis

Jun 29, 2014

Beasiswa Data Print

hi,hi…
ada info yang menarik banget nih buat pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia!
Jadi, DataPrint memberikan beasiswa kepada 700 orang dengan syarat membeli produk DataPrint untuk mendapatkan kode unik dan membuat essay yang temanya sudah ditentukan.
Ada dua periode untuk kesempatan ini, periode pertama akan berakhir besok, dan periode kedua akan dimulai 1 Juli hingga akhir Desember.
Untuk informasi lebih lengkap click on this link:
Buat kalian yang mau tau tentang apa saja produk-produk berkualitas DataPrint langsung saja melesat ke website DataPrint